Akhir Oktober 2011

Pak Wawan melenggang ke taruntum dengan membawa selembar kain lereng warna kecoklatan. Obrol punya obrol, keinginan pak wawan menginginkan batik yang body fit. Karena kalau batik pria pada umumnya longgar, so dia pingin anak muda, body fit.

Okey dan inilah batiknya pak wawan :)

Oktober 2011

sepucuk imel masuk..

hallo, mba..

Aku mau jahitin batik buat seragam di kawinan temen aku nih tanggal 13 Nov nanti.
Model bajunya seperti yg aku attach, gabungan dr 2 warna.
tolong kasi masukan juga ya, mbaa..
trus, kira2 biayanya brp ya?
berhubung aku rumahnya di fatmawati, jaksel, kantor di sudirman, rasanya aku agak susah mau mampir ke workshop.
jadi untuk ukuran, nunggu ibu aku pulang dr luar kota ya..
Thank u.. :)

Kira2 begitulah awal perbincangan kami. Kainnya dikirim dan ukuranpun diimel.

Dan beginilah hasilnya .. Luv It ^^

Manis bukan, semanis mba Delima nya :)

September 2011

Saat itu pertengahan bulan september, sepucuk imel datang ke taruntum..

Met siang mbak,
Saya dengan Cecilia dari Balikpapan, saya rencana pengen buat batik dengan model seperti ini mbak, jd batik buat pesta gitu lah mbak, saya minta tolong mbak dicarikan bahan yg seperti ini, klo warna saya suka yg cerah secara usia jg baru 30th, kalo saya lihat model seperti ini sepertinya bahannya yg jatuh gitu deh….

Ditunggu infonya yah mbak,
Makasih…
.”

Ia pun melampirkan pula gambar model baju yang sedang dipakai oleh 2 orang model fashion show. Model yang tinggi semampai membuat orang yang melihatnya pasti pingin juga punya model baju seperti itu di koleksi lemarinya. Dan Taruntum dengan senang hati mau membantu mba cecil, kami memberikan foto2 kain2 kami yang kiranya bisa mempresentasikan dari model yang ia lampirkan pada imelnya. Kami lampirkan batik dari bahan sutra, viscose, dan doby. Setelah melihat koleksi kain ia pun suka semua, dan ia mengirimkan imel pesanan lagi..

Mbak ini contoh2 yg mau saya buat sekalian, tolong dipilihkan bahannya yah mbak, makasih

Sembari melampirkan 2 model lagi, yang sedang bergaya di catwalk. Kali ini desainnya terlihat lebih santai karena si model menggunakan bahan katun. Dan lagi2 kami (taruntum) mengirimkan beberapa foto lagi, kali ini foto bahan2 katun. Dan terpilihlah bahan dari bahan viscose, doby dan katun. Total pesanannya Ada 4 buah dress, bagaimana selanjutnya..yuk lanjutkan baca blog ini yah..hehe..

Karena sudah ada model sudah ada bahan, maka tinggal dibuatlah sketsa kecil yang kiranya bisa dibayangkan kira2 jadinya seperti apa. dan Mba cecilpun suka dengan sedikit pencerahan kira2 bajunya akan jadi seperti apa. Untuk ukuran mba cecil memberikan ukuran seperti petunjuk yang sudah kami berikan sebelumnya. Setelah data semua sudah terlengkapi, maka bersiap-siaplah eksekusi ke bahannya. Dan Taarraaa.. ini lah dressnya.

Dan setelah melihat hasilnya mba cecil pun berkirim text..

C : “Mbaaa..soriii sepertinya saya salah ukur..hiks..”

T : “Waduh apanya yang salah ukur mba..?

C : “Pajangnya seharusnya lebih panjang lagi, bisa nda di vermak..?

T : “ooo…keehh..emm..iya diusahakan

Kira2 seperti itu percakapanya.. sembari berputar otak bagaimana cara merubah dress2 ini jadi lebih panjang lagi, sebagian dress ada sisa bahan lebih dan model agak sedikit berubah jika ditambahkan bahan, sebagian dress ada yang tidak bisa dirubah model jadi sisa bahan harus di cutting lagi untuk bagian bawah (untuk yg ini untungnya mba cecil mungil tubuhnya sehingga sisa kainnya bisa dibuat dari awal lagi untuk cuttingan bawahnya), dan sebagian lain bahan sudah tidak cukup so musti di kombinasi dengan polos, setelah diskusi ini dan itu, akhirnya keputusan vermak itu sudah bulat.. daaaan.. jereeeennggg.. ini lah hasil akhirnya :D :D :D

Bagaimana? not bad khan.. hihihi.. ;)

Syukurlah mba cecil puas dengan hasilnya, taruntum pun jadi senang.. fiuuhh.. :) :)

Oktober 2011

Pada akhir september 2011, saat itu hari menjelang sore, bu darmi datang ke taruntum, dengan mengenakan pakaian dinas PNS berwarna coklat itu, ia memperlihatkan kain print halus warna merah agak marun yang ia beli bersama ke empat temannya di toko kain jelasnya, katanya kain ini mau dibuat kembaran dengan teman2nya, hanya model terserah dan jahit masing2.

Karena itu bu darmi meminta kepada taruntum agar bisa merubah kain tersebut menjadi dress yang cantik, sehingga bisa ia kenakan untuk farewell bersama teman2nya. Mungkin ia mau resign dari PNS? tapi dari obrolannya ia mau pergi dengan putranya menyusul suaminya yang kala itu berkerja di Canada, tak ayal suami dan anaknya pun mau ia buatkan baju. Tentu saja saat itu taruntum membantu dengan mengeluarkan koleksi2 kain2nya, yang kira2 cocok untuk di pakai oleh suami dan putranya.

Dan dress dari kain batik tersebut juga mau ia boyong ke Canada, so bu darmi mau kiranya kain batik sarimbit untuk suami dan putranya itu bisa masuk dengan motif dan warna pada kain batiknya, setelah dipilah-pilih, akhirnya ketemu juga yang ia suka.

Model dress nya ia ambil dari buku koleksi dress2 dan mengkombinasi antara model yang satu dengan yang lainnya. dan kira2 seperti inilah hasilnya.

Dressnya ada aksen opnaisel pada bagian tengahnya dan aksen rempel pada bagian lehernya, tak lupa kombinasi garis polos dibagian ujung lengannya. Foto dress ini bukan hasil akhirnya, hasil akhirnya adalah bagian leher dibuat lebih sabrina, sehingga memperlihatkan lehak dada, namun taruntum saat itu belum sempat moto, coz waktunya mepet, beliau sudah mau siap2 berangkat ke airport…

Dan untuk suami dan anaknya, kira2 seperti inilah motif dan padanan agar bisa klop dengan bu darmi.

Pada hem anak menggunakan kain kombinasi polos dengan warna yang senada dengan ibunya.

Okey semoga sukses bu darmi, jangan lupa kalau sudah pulang ke INA lagi bawa oleh2 ya.. Tq ;)

Oktober 2011

Akhir september 2011 mba diyah berkirim imel ke taruntum, mengatakan bahwa beliau ingin buat gamis, tapi bahan belum punya, apakah kiranya taruntum bisa membantunya memilihkan bahan untuk gamisnya.

Dengan senang hati taruntum memberikan foto-foto koleksi kainnya, ada katun, doby, dan viscose, yah..bahan-bahan yang umumnya di batik. Dengan antusias mba diyah memilih kain dari bahan doby, dan pilihannya jatuh pada kain batik doby gradasi.

Untuk model, mba diyah menginginkan kiranya taruntum bisa membantu menggambarkan dari dreskripsi yang diinginkannya. Tapi taruntum menjelaskan kiranya gambarnya bukan sketsa desainer pada umumnya, hanya kira2 ada gambaran saja, dan mba diyah pun sepertinya paham hehe.. :) . Pada desain gamisnya ini beliau menginginkan ada cuttingan pada bagian pinggang, yang memisahkan antara bahan batik dan bahn polosnya, untuk bagian dada beliau menginginkan ada bukaan depan, karena dengan membuat gamis bukaan depan artinya ‘sayang anak’ (maksudnya nanti bisa buat menyusui..hehe..), dan agar bagian bukaan depan yang berupa kancing itu cantik beliau menginginkan ada penambahan aksesoris biar tidak terlihat sepi, dan taruntum pun memberikan saran untuk diberikan sedikit aksen renda lace pada dadanya. Dan kira-kira seperti ini coret2 kecilnya..

Dan inilah untuk hasilnya.. Tarraaaaa…. :D :D

Perpaduan antara batik doby gradasi dengan katun jepang warna salem, tak lupa ada kantung tersembunyi di kedua sisi gamis, merupakah hal yang disuka oleh penggemar gamis, karena bisa buat mengantongi benda2 yang disukai seperti dompet misalnya :)

Ini gamisnya mba Diyah, kalo gamismu yang mana? buat di taruntum yuks ;)