September 2011.

Prakoso dan Ketty ke taruntum, membawa batik motif kalimantan, katanya, mereka mendapatkan batik ini sebagai hadiah dari kolega di kalimantan. Dan sayang rasanya jika hanya disimpan sebagai kain di lemari rumah. Oleh karena itu mereka ingin merubahnya menjadi baju yang sesuai dengan kepribadian mereka.

Prakoso ingin menjadikan bahan batiknya menjadi kemeja formal yang bagus saat dipakai ke acara2 sarimbitan bersama Ketty. Ketty pun menginginkan model dress yang simple namun tetap cantik membalut tubuh mungilnya. Aksen pada bagian leher menjadi daya tarik utama pada dress ketty ini. Batik ini menggunakan bahan polyester, sehingga dipakaikan furing hero untuk membuat nyaman si pemakai.

Dan inilah sarimbitan prakoso dan ketty.. :D :D

September 2011.

Andre dan Febe datang ke taruntum dengan membawa kain batik polyester made in keris.  Nuansa kain yang dominan putih dengan batik coklat gelap, khas motif jogjakarta yang kental. Motifnya yang besar membuat kain batik ini sangat cantik.

Khusus untuk Febe, dengan penuh semangat mendeskripsikan model yang ia inginkan. Febe menginginkan model kimono namun tetap modern, pilihannya ada pada detail obi dan lengannya. Untuk membuat baju dengan konsep kimono itu terlihat maka digunakanlah kombinasi kain polos yang sifatnya lembut dan sedikit ada kilapnya seperti saten silk pada bagian obi dan ujung lengan kimononya.

Dan inilah hasilnya, Andre dan Febe mengenakan sarimbitnya ini untuk acara special. Semoga sukses ya :) :)

Tahun lalu, tepatnya sekitar akhir juli atau awal agustus 2011, mba indi menghubungi taruntum. Lalu tidak selang beberapa lama, kamipun akhirnya janjian untuk bertemu ditempat sebuah mall di bekasi.

Dengan antusias mba Indi membawa serta buah hatinya dan menceritakan keinginan beliau untuk punya sarimbit manis bersama dengan putrinya yang cantik. Rencananya jika tidak ada aral melintang, sarimbit itu akan dikenakan saat hari raya Iedul Fiti (lebaran). obrol punya obrol, akhirnya mba indipun memutuskan kain mana yang kiranya cocok untuk sarimbitan bersama putri tercintanya itu, dan..terpilihlah kain jenis viscose dengan motif salem yang anggun.

Diskusi untuk pembuatan sarimbit ini berlanjut via imel2an, mba indi mengirimkan beberapa desain yang dia suka yang dia dapat dari internet atau beberapa pic2 dari baju2 beliau sebelumnya, yang kiranya sebagian modelnya bisa diaplikasikan ke model yang ia mau.
Mba Indi yang kecil imut itu, menginginkan agar longdress atau gamis yang dia kenakan nanti tetap terlihat manis untuk ibu muda seperti dirinya.  Dan untuk putri kecilnya yang cantik, mba indi menginginkan ada detail smock pada bagian dadanya.
Wah pokoe manis deh ibu dan putrinya ini.

Setelah selesai dikusi, maka tibalah saat2 yang mendebarkan, yaitu mewujudkan keingian2 itu dalam potongan dan balutan kain yang nantinya akan menjadikan ibu dan putrinya tampil menawan.

Dan inilah hasilnya..bismillah..
Dengan detail disana sini, maka inilah sarimbit cantik ibu dan anak :D :D

luv..luv..muuuaahh